Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Suara Dewi yang tenang terdengar sangat nyaman masuk ke telingaku, tetapi itu tak berlangsung lama, sebab Mela kembali mengatakan sesuatu yang berbau mesum. “Obatnya pasti nggak jauh-jauh dari sentuhan tubuh dan ranjang, kan?” Mela menaik turunkan alisnya. “Lo bisa diam, nggak, Mel?” hardikku menaikkan volume suara. “Nggak, ding.” Setelah mengatakan itu, dia lalu terbahak bersama Rara.
1017.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 381 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Gairah Tersembunyi Suami Dinginku

Gairah Tersembunyi Suami Dinginku

Sangat sangat nikmat. Mahkota Melissa yang basah, menempel erat di barang Damian yang berkedut. Damian dengan tak sabar, mengangkat pinggul Melissa dan mulai menggesek-gesekkan barangnya menempel di pintu masuk gadis itu yang basah dan becek. "Ini gila," desahnya. Dia mendongak, erangan kenikmatan keluar dari mulutnya saat merasakan gesekan di barang miliknya tersebut.
9.7242.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.0K kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Raga mendengus melihat sikap kekanak-kanakan Raga. “Aishh! Kamu, ingat umurmu berapa. Mengapa kau bertingkah seperti itu. Aku tak ingin berpisah lagi dengan Shinta.” Ucap Melisa tegas. “Aku akan sangat merindukanmu,” ucap Raga lagi. “Teknologi sudah canggih, kau bisa menyalakan laptopmu. Aku akan ada di sana.” Ucap Melissa mencoba bercanda. “Itu maya tak nyata.” Ketus Raga.
917.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 640 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

desis Meysa kesal "Dari kemaren kamu marah marah terus ga cape emang btw aku pegel banget kamu ga mau gtu nawarin aku masuk dulu paling ga duduk dulu disini"ucap Dimas sembari membukukkan tubuhnya dan memijit pelan betisnya
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Wanita Bermata Hijau

Wanita Bermata Hijau

Kasur penuh dengan noda putih nan basah yang banyak. "Lagi! Lagi! Barlder, aku mau kamu! Mau cairan kentalmu itu," jerit Meliai yang sedang berolahraga dan menindih Barlder. Afrodit pun sedang berpagutan dalam. "Yah, ini yang aku inginkan dari dulu. Buat aku ketagihan, Sayang." Meliai semakin menggila, tubuh indahnya itu terus naik dan turun secara cepat.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Godaan sang tante

Godaan sang tante

Revan meraih dagu lancip Elma hingga Elma mendongak. Tatapan mereka pun beradu. Tubuh Elma meremang saat Revan menarik tengkuknya agar bisa mencium bibir Elma dengan dalam. Revan memeluk tubuh Elma dari belakang. Tangannya melingkar pada pinggang wanita itu, namun secara perlahan tangan itu menjalar ke atas dan mulai memainkan melon lembut itu. Elma memejamkan matanya merasakan sensasi yang begitu mendebarkan itu. Namun setelah puas memainkan melonnya dengan Revan kini bergerak ke bawah menyusup ke dalam lingerie yang dipakai oleh Elma.
10166.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai memelas
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Darmadi Ibrahim
Penulisan kata katanya bagus. Kalimatnya juga bagus alami. Ceritanya mengalir wajar seperti beneran. Apalagi cewek ceweknya menjalani hidup bebas membuat pembaca ingin hidup muda lagi. Cuma pada waktu Revan bersama bu Elma berada di puncak hanya berdua dansa biasanya perempuan yg seperti itu sdh ga
Baca Semua Ulasan
Bicara

Bicara

Ia hanya mengenakan kaos yang ia lapisi dengan jaket berwarna hijau tosca dan celana tiga perempat. "Ma, Pa, Misell mau ke minimarket bentar ya, micellar water Misell ketinggalan di Berlin," pamit Misell pada kedua orang tuanya. Wulan dan Reza mengangguk dengan maksud mengizinkan Misell pergi. "Ngapain kamu beli air mineral? Tuh, di dapur banyak. Yang ada manis-manisnya malah," ucap Reihan sok tahu. Misell berdecak. "Cowok mana paham."
7.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Sebelas Tangkai Mawar

Sebelas Tangkai Mawar

Jordy menjawab dengan suara datar. "Kamu kenapa? Seperti tidak bersemangat!" Kak Melani duduk didekat adiknya yang masih termenung. "Dia mengembalikan ini!" Jordy mengeluarkan kalung yang berada di balik bajunya. "Cincin?" Kepo Kak Melani. "Hmmm," "Mungkin kekecewaannya terlalu besar padamu, hati wanita itu rapuh. Coba kamu cari tau tentang masalah ini, jangan hanya menerima tanpa penjelasan." Kak Melani mencoba menenangkan adiknya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Masa Lalu Yang Belum Usai

Masa Lalu Yang Belum Usai

“Aku nggak sakit.” “Tadi kata kamu nggak enak badan.” Namira memicingkan matanya. “Nggak bener sih dengerinnya. Maksud aku kalau aku lagi nggak enak badan, Elio pasti sama Bi Ida dulu.” “Kamu sakit apa emangnya pas aku nggak ada?” “Cuman batuk pilek aja kok, Mas. Itu juga nggak lama. Besoknya langsung sembuh.”
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status