Selir Yang Terlupakan
Janjiku berbeda: datang dari wanita yang diam selama empat tahun, namun tetap memilih untuk setia.
"Kau wanita yang sungguh aneh, Lianhua," gumamnya penuh haru. Ia kembali mencium keningku dengan lembut. "Kebanyakan orang akan segera menjauh saat menyadari bahwa aku tak bisa dimanfaatkan."
Ia menatapku kembali, matanya gelap namun penuh perhatian.
"Maka tetaplah di sini," pintanya—bukan perintah, melainkan permohonan tulus.