Suami yang Terhina Menjadi Kaya Raya
“Kalau bukan karena kamu, Sarah nggak akan sengsara tinggal di kontrakan kumuh kayak gini. Kau laki-laki nggak becus, Hendra. Kerja cuma kuli, dapat gaji pas-pasan. Anak saya cantik, pintar, masa hidupnya begini? Kau bikin dia menderita!”
Hendra terdiam, dadanya sesak. Ia ingin menjawab, tapi lidahnya kelu. Ucapan mertua itu menusuk hatinya.
“Dengar ya, kalau kamu nggak bisa bahagiakan Sarah, lebih baik lepaskan dia. Jangan seret anak saya hidup susah terus!” ucap Bu Aminah dengan suara meninggi.
Hendra menunduk makin dalam, tangannya mengepal. Putri yang setengah terbangun mendengar suara keras itu keluar dari kamar, mengucek mata.
인기 회차