Putri yang Tak Diharapkan
Setiap kali, aku selalu memilih memaafkan, mengerti, meragukan diri sendiri.
Dan setiap kali, dia diam-diam bersorak, makin berani melampaui batas.
"Aku bodoh banget!" Air mata yang tak bisa kutahan lagi mengalir di wajahku. "Betapa tololnya aku!"
"Bukan hanya dia." Suara ibuku semakin dingin. "Ayahmu, padahal dia seorang kepala mafia, tapi bukankah dia juga begitu mudah dipermainkan? Atau mungkin... seluruh Keluarga Mahendra memang rela membiarkan diri mereka dipermainkan."
인기 회차