Ibu Mertuaku Penuh Drama
Aku hanya diam saja tak senang jika nasehatnya selalu disertai dengan nama Mayang, mantan menantu kesayangannya.
“Bapak kalau mau kasih tau Ibu, ya ngomong baik-baik aja, tidak perlu juga mengungkit mantan menantu kesayanganmu itu, perempuan lulusan SMP itu sudah nggak ada urusan lagi di rumah ini jadi nggak usah ungkit-ungkit dia lagi, Bapak sama Didik sebelas dua belas aja, dikit-dikit yang disinggung Mayang lagi, Mayang lagi apa nggak ada yang lain? Sudahlah, soal anak-anak Ibu yang lebih tahu.” Aku langsung mengambil pakaian terakhir yang ia bilas dan langsung menaruhnya di keranjang cucian.