Pesona Istri dari Kota
"Bapak juga sedih, kenapa setelah tua begini anak-anak ku semua semakin tidak cocok, kadang bapak malu sebagai penatua di desa ini, tapi punya menantu yang tidak bisa menahan bicaranya."
Kasihan sama Bapak dan Ibu mertuaku, disaat tua begini harusnya mereka menikmati hari tuanya dengan cucu dan anak-anaknya, ini justru kepikiran terus akan sifat menantu-menantu yang tidak bisa akur, sekali akur tapi menindas.
Aku memeluk Ibu, "sudah ya Inang, gak usah dipikirin lagi. Bila perlu besok Amang dan Inang, ikut saja bersama kami." ucapku dengan lembut.
Hot Chapters