Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan 30 Hari Mencintaimu

Perjalanan 30 Hari Mencintaimu

Hijab yang ia pakai berlumuran dengan darah. "Selina!"
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 668 kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Baca
+Pustaka
Perjalanan Balas Dendam Termanis

Perjalanan Balas Dendam Termanis

Ia bisa menikmati camilan yang beberapa waktu yang lalu ia ambil dari dapur. Minuman yang dibelikan oleh Endrick itu sesekali ia tatap. Ada lima botol minuman yang katanya obat pereda nyeri haid. Baru ia habiskan salah satunya saja. "Dia perhatian, tapi kemudian bersikap dingin. Apa yang sebenarnya dia inginkan? Apa dia sedang merencanakan sesuatu?" Zsalsya melihat ke arah pergelangan tangannya yang bersinar. Sinar berbeda yang tak biasa. Biasanya berwarna merah muda, tetapi kini malah berwarna hijau pekat.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Baca
+Pustaka
Cinta dan Ilmu Hitam

Cinta dan Ilmu Hitam

Aku pernah melihat Erik membersihkan tempat sampah di rumah, lalu memasukkan pembalutku dalam sebuah kantong plastik terpisah. Waktu itu aku sempat bertanya kenapa harus dipisahkan. Tapi dia hanya menjawab dengan santai, katanya supaya memudahkan petugas kebersihan saat membersihkan sampah. Sekarang, saat kupikir-pikir lagi, sepertinya saat itulah suamiku mulai mengumpulkan darah haidku. "Benar, Shakira. Suamiku memang pernah mengumpulkan darah haidku ke plastik terpisah."
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

"Tapi itu ramuan yang wajib anda konsumsi. Selain minum darah, anda butuh ramuan itu agar tubuh anda tidak lemas. Anda tidak lupa bukan, bahwa bayi yang tengah anda kandung saat ini bukanlah bayi biasa, melainkan bayi iblis." Hera tampak menghela napasnya pasrah, menutup hidungnya sendiri dan segera meminum satu gelas berukuran kecil cairan berwarna hijau itu. Setelah berhasil menelannya dalam beberapa kali tegukan, Hera segera mengembalikannya pada Marrine dan meminta wanita parubaya itu untuk menemaninya duduk tepat disebelahnya. Marrine menurut, duduk di kursi taman bersama Hera yang kembali melamun.
1092.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Baca
+Pustaka
SUAMI GHAIB

SUAMI GHAIB

gumamnya pelan. Sinta segera mengecek dengan membuka pakaian dalamnya. "Haahh ..." Sinta bernapas lega. "Ternyata hanya darah haid. Tetapi, kenapa banyak sekali?" ia pun keheranan melihat banyaknya genangan darah yang berwarna merah pekat itu. Sinta lantas membersihkan semuanya dan mengganti seprei dengan yang baru. Tak lupa juga membersihkan tubuhnya dan segera mengganti pakaiannya.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Baca
+Pustaka
Upik Abu dan Bola Cahaya

Upik Abu dan Bola Cahaya

tanya Mpus. "Mpus, kenapa ini berdarah? perutku sakit sekali..." Mpus dan Liom saling berpandangan, dan, "Jangan-jangan, kamu haid Upik?" tebak Liom. "Haid? apa itu?" tanya Upik bingung dari dalam kamar mandi. "Yaaa, itu tandanya kamu sudah dewasa. Perempuan dewasa itu setiap bulan akan mengalami haid." jelas Liom.
104.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Baca
+Pustaka
Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.

Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.

"Sangat kecil. Kamu hanya perlu memastikan minuman itu sampai ke tangan Pak Hadi." Pelayan itu menelan ludah. "Minuman… apa, Nona?" Marry membuka botol kecil dari tasnya, menuangkan beberapa tetes cairan bening ke dalam segelas minuman berwarna amber. Gerakannya tenang, seolah sedang menuang sirup biasa. "Ini tidak berbahaya," katanya cepat, membaca keraguan di wajah pelayan. "Hanya membuatnya sedikit… pusing. Itu saja."
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Baca
+Pustaka
Princess Oneng vs Abang Polisi

Princess Oneng vs Abang Polisi

Mana mungkin ia bisa makan dengan tenang sedangkan pacarnya terus saja meringis-ringis kesakitan. "Mer. Ini minum dulu obatnya. Sudah, kamu nggak usah ngomong apa-apa lagi. Bik Sari sudah menceritakan semuanya." Galih mendudukkan Merlyn ke kursi dan membuka kemasan obat pereda nyeri haid berwarna merah muda. Sekaligus juga membukakan tutup air mineral yang dibelinya dengan obat penyeri haid tadi. Tanpa ba bi bu lagi Merlyn langsung saja menelannya. Nah, setelah minum barulah Merlyn menyuarakan protesnya.
9.949.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 984 kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Amee la
Hahaha mba Suzy..ngana emang da best lah kalo bikin cerita, aku sampe ngakak baca novel Ini lol. Semua novel ngana sudah ku baca semuahhh..ter favorite deh :) terus berkarya ya mba author kesayangan. Gak sabar nunggu karya2 mu yg lain xx
Mila
ini cerita beneran seru, komedi romantis thor thor dapat ide dari mana tentang sifat Marlyn,,baca ini sampai ketawa ketawa,sumpah ini tuh detail banget tentang kepolisiannya salut buat thor bikin ceritanya gak setengah setengah dalam menyampaikan informasi
Baca Semua Ulasan
Barraberee

Barraberee

“Sudah habis. Tadi Dedek baru beli di mini market. Sepertinya ketinggalan di mobilnya Om Barra. Tolong ambilkan, ya.” “Dasar, kamu ini.” Setelah aku sudah masuk kamar mandi, sementara Mama mengambilkan pembalutku di mobil Om Barra, aku pun memilih untuk bebersih dulu. Astaghfirullah! Sejak kapan darah haidku tembus rok seragam? Jangan-jangan dari waktu aku duduk di depan mini market tadi. Astaga! Pantas saja sepertinya Om Barra tadi kelihatan aneh waktu aku lihat dia mau menggendongku masuk ke rumah. Seperti mencari posisi yang pas supaya tangan dan pakaiannya tidak kena darah haidku. Dan dia tidak bicara apa pun ke padaku.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Baca
+Pustaka
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Keysa yang masih dikamar langsung masuk kekamar mandi yang tak aku kunci. "Kamu kenapa Syi?" "Darah Kak, darah .... Tubuhku kok banyak darahnya?" "Hey, Syi sadar. Darah apaan?" Aku melihat lagi kearah cermin. Darah yang tadi aku lihat membasahi seluruh tubuh tiba-tiba hilang. Apa aku cuma berhalusinasi? "Ayo kita keluar, Kamu cepat berpakaian. Aku tunggu di meja makan!"
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai mencampur minuman dengan darah haid
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status