KEMBALILAH SUAMIKU
Entah sampai kapan aku menikmati kepergian Bang Amar, berteman dengan sepi setiap malam disaat jam istirahat, tetapi mata belum ingin terpejam.
Rasanya aneh sekali setiap aku bertemu Roy, rasa sepi berubah menjadi sedikit getaran hangat. Namun, aku tak ingin seolah aku melupakan Bang Amar di cerita ini, tidak tidak kata untuk melupakan seseorang yang telah kita cintai, tetapi aku juga tak bisa memungkiri bahwa sekarang ayat-ayat cinta mungkin telah terjalin di dalam hati ini, menabur cinta dan menjadi kembali kehangatan. Sepi yang berganti ketenangan, derita yang berganti tawa, bukankah akan selalu seperti itu berputar hingga hati merasa lelah, wallahualam. Aku pasrahkan hariku esok kepada A
Bab Populer