Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
Ia memandang foto yang sama, lalu berkata pelan,
“Mereka pasti bangga lihat kita sekarang, Mas. Jinara tumbuh baik, rumah ini tetap hangat, meski kadang sepi.”
Arya menatap istrinya, lalu tersenyum samar.
“Sepi itu bukan karena tak ada orang, Sekar… tapi karena terlalu banyak kenangan yang belum selesai kita tangisi.”
Sekar menggenggam tangannya erat.
“Mungkin memang kita tak harus berhenti menangis, Mas. Kadang, air mata itu bukan tanda kehilangan… tapi tanda cinta yang masih hidup.”