Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SALQUEEN

SALQUEEN

Tepukan tangan dari siswa dan siswi bergemuruh memenuhi seluruh ruangan. "AAA BAPEEER BANGET." "SEDIH BANGEEEET." "SUARA KALIAN BANGUS BANGEEET, APA SIH RAHASIANYAA?" "KALIAN GA PERNAH MAKAN GORENGAN YA??, GUE GITU JUGA LOH PADAHAL. TAPI SUARA GUE JELEK JUGA." "ITU MAH TAKDIR LO." "DIEM LO." "COCOK BANGET SIH KALIAN, SATU CANTIK SATU GANTENG. COCUIT LAGI."
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS SCANDAL

RENDEZVOUS SCANDAL

Bohong Riri sambil matanya tetap mencari. Hilda berusaha membiasakan diri dengan dinginnya air sungai. "Dingin banget!" "Iya, aku tadi menggigil tapi lama-lama terbiasa." Tawa Riri tanpa menoleh. "Barangnya seperti apa?" tanya Hida. Riri bingung. Ia tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya, barang yang ia cari saja tidak tahu. "Cari saja."
3.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Suamiku Dingin!

Suamiku Dingin!

Brrr!!! Tubuh Keyla tiba-tiba mulai menggigil. Ia menaikkan selimut hingga menutupi bagian kepalanya. Gadis itu masih belum ingin bangun dari tidurnya. Masih lelah, masih ingin bermalas-malasan, dan masih ... ingin menikmati semerbaknya aroma mawar di pagi hari? Wait wait wait ... aroma bunga mawar?!
1054.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Menaklukkan Duda Dingin

Menaklukkan Duda Dingin

sahut Amber singkat. Tak percaya, Tuan Dingin memeriksa sendiri keadaan sang wanita. Begitu menyentuh kulit yang sedingin salju, ia bergegas membuka baju. “Jangan salah paham! Aku hanya ingin menghangatkanmu.” “Tidak perlu,” sela Amber sambil mencengkeram mantel yang membungkus tubuhnya. “Aku tidak butuh bantuanmu.” Mengabaikan penolakan itu, sang pria menarik selimut dari sofa dan ikut berbaring miring. “Kemarilah,” bisiknya seraya merapat.
1054.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Terpikat Hasrat CEO Dingin

Terpikat Hasrat CEO Dingin

“Kau kenapa gelisah dari tadi?” Aku mendengus pelan, memalingkan muka ke jendela. Di luar, awan putih bergumpal terlihat seperti kapas raksasa di bawah sinar matahari. “Aku tidak gelisah,” bantahku, meskipun tahu dia pasti bisa merasakan keteganganku dari caraku memainkan ujung syal di pangkuanku. “Hanya sedikit panas. AC-nya kurang dingin, mungkin.”
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi CEO Dingin

Terpaksa Menikahi CEO Dingin

Tanpa sadar, Sofia semakin merapatkan tubuh. "Kau takut suara petir rupanya." Jack menahan geli tapi berusaha tidak memperlihatkannya. "Itu tadi terlalu keras, biasanya aku tidak takut," bantah Sofia. Petir kedua mengeluarkan suara lebih keras. Refleks Sofia membenamkan kepala di antara bahu Jack. Pria itu terkekeh. Ia memeluk Sofia semakin erat. "Mengakui jika kau takut sesuatu bukan berarti kau memperlihatkan kelemahanmu, 'kan?"
61.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Saat Istri Dingin Tiba-Tiba Minta Tidur Bersama

Saat Istri Dingin Tiba-Tiba Minta Tidur Bersama

“Turunkan aku sekarang. Orang-orang rumah memandangi kita.” “Biarkan saja,” sahut Langit datar, makin mengeratkan dekapannya hingga dada mereka menempel rapat. “Kaki milikmu sedang tidak berfungsi dengan benar menurut penilaianku. Dan mulutmu, makin banyak membantah. Jadi kamu harus berhemat motorik saat ini agar pikiranmu makin rileks.” ‘Meski makin menggemaskan,’ lanjut Langit dalam batin.
1022.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 694 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Obsesi Gila Suamiku

Obsesi Gila Suamiku

Lembut, tapi cukup untuk membuat seluruh otot tubuhnya menegang seketika. Irfan menoleh patah-patah. “Mano.” Suara Irfan tertahan, tajam dan menuntut. “Apa-apaan ini?” Manora tidak menarik tangannya. Ia justru terkekeh pelan—kekeh manja yang rasanya terlalu tenang di tengah ketegangan itu. “Masa harus dijelaskan sih, Mas?” Dahi Irfan berkerut dalam.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Dari Dingin Menjadi Obsesi

Dari Dingin Menjadi Obsesi

lirihnya "Kenapa?" Azura mendekat. "Kamu juga merasakannya." Deru napas Azura mengena ke wajah Anggun, dan ia bisa menghirupnya jelas. "Aku tidak," jawab Anggun, tapi suaranya tidak setegas itu. Ada sesuatu yang mengganjal di dadanya, tapi tidak bisa terucap sembarang. Entah batas apa yang coba Anggun bangun. Benarkah karena soal monopause dini yang sebenarnya sudah sembuh? Atau karena ia takut melangkah maju? Anggun takut disakiti, seperti yang dilakukan Diki, mantannya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Ia kemudian melangkah mendekat, mempersempit jarak di antara mereka. “Saya baru pulang dan ingin mandi,” ucap Gilang rendah, suaranya terdengar lebih dalam dari biasanya. Tatapannya tidak pernah lepas dari mata Tharie. “Tidak mungkin, ‘kan, kalau kamu ingin ikut saya mandi?” Tharie terdiam. Jantungnya berdegup lebih cepat tanpa aba-aba.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status