DEAR RANIA
"Sebelumnya, Mamah minta kamu dengarkan dulu penjelasan Mamah, baru setelah itu kamu boleh menyampaikan pendapat kamu, bagaimana?"
"Iya, Mah..."
Raline meraih ke dua tangan Rania dan menggenggamnya hangat.
"Sebentar lagi, kamu itukan mau menjadi seorang Ibu, di dalam rahim kamu sekarang ada sebuah janin yang sedang tumbuh dan berkembang. Menurut pengalaman pribadi Mamah, akan sangat menyedihkan di kala janin ini nanti sudah terlahir ke dunia, sementara dia tak memiliki sosok Ayah yang mendampingi pertumbuhannya. Mungkin saat ini kamu belum bisa merasakan hal itu, tapi nanti kamu pasti akan merasakannya. Untuk itu, Mamah ingin kamu mempertimbangkan lagi tentang lamaran Rakha kemarin. Masmu, s