Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENYESAL SETELAH MENDUA

MENYESAL SETELAH MENDUA

sahut Gibran. "Gimana kalau senin besok?" tanya Gibran. "Em, boleh." Kania menganggukkan kepalanya. Setelah itu ia mengajak Gibran untuk keluar, lantaran Kania merasa bosan. *** Keesokan harinya, pukul setengah enam pagi Alya sudah bolak balik ke kamar mandi. Perutnya terasa mual, serta kepala sedikit pusing, saat muntah hanya cairan bening yang keluar. Sementara Reyhan masih berbaring di atas ranjang, melihat istrinya bolak balik ke kamar, ia pun bangkit dan beranjak menghampiri sang istri.
1071.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

“Makanya diam dulu sebelum kuberitahu” “Ha ha ha, habisnya kamu. Bertanya bukannya jelas malah membingungkan” “Membingungkan bagaimana? Aku kan belum jadi tanya sudah kau potong saja” “Ok. Ada apa? Katakan yang jelas dan aku tidak menerima pertanyaan yang bertele-tele”
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
PRAMESWARI

PRAMESWARI

Kubahagia kau telah terlahir di dunia Dan kau ada di antara milyaran manusia Dan kubisa dengan radarku menemukanmu Incoming Call: Mbak Honey "Halooo Mbak Honey, assalamu'alaikum!" "Wa'alaikumussalam, Mtyha. Ini Mbak lagi beli maem siang, kamu mau apa? Pepes ikan, udang goreng tepung atau cumi-cumi asam manis?" "Apa aja, Mbak. Sama kayak Mbak aja." "Oooh, okeee, Mytha. Kamu hati-hati ya, di rumah?"
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Mercy on me [INDONESIA]

Mercy on me [INDONESIA]

Sarah menunggu di depan lift dengan segerombolan keluarga dengan 3 anak kecil yang membawa kantong kresek putih berisi banyak camilan. Kayak mau piknik aja - Batin nya. Tak lama pintu lift terbuka, Sarah mempersilahkan keluarga itu untuk masuk terlebih dahulu. Setelah nya, ia pun masuk dan memencet tombol 5. Sembari menunggu lift naik ke lantai 5, Sarah memainkan handphone nya lalu ia pun mendengar perkataan seorang anak. "Mudah-mudahan Ical cepet sembuh ya nek karna kita bawain jajanan banyak, biar gak nangis-nangis terus" Ucap nya dengan riang.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Andai Semua Berbeda

Andai Semua Berbeda

Fea menekan tombol power di komputernya. "Dasar. Tamak dan rakus. Kamu akan kena karma. Ga takut azab?" Dengan nada menghina Isti bicara. Dia sengaja menyenggol pundak Fea lalu melangkah menjauh, balik ke mejanya. Fea hanya menggeleng mendengar semua yang temannya katakan. Tapi tetap saja hatinya perih mendengar hinaan itu. *****
9.934.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
A BINDING STORY (Baby Girl)

A BINDING STORY (Baby Girl)

“Nyesel aing berbicara dengan anda.” “Iya, Merin. Gue juga sayang punya sahabat kayak lo.” “Vee, lo tuh sadar gak sih? Kenapa gue ngerasa akhir-akhir ini otak lo miring seratus delapan puluh derajat?” Raveena terkekeh pelan lagi. “Jangan gitu Mer. Sebenernya gue normal. Tapi ketemu Rasen tiap hari.” “Jadi?” “Bege saya.”
1014.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Are you sleeping Are you sleeping Brother Jhon Brother Jhon Morning bell are ringing Morning bell are ringing Ding dong ding Ding dong ding Kalau musik jam weker nggak terdengar sampai di dapur, mungkin aku belum berhenti menangis. Mungkin akan terus menangis sampai nanti malam atau besok pagi. Oooh, rasanyaaa seperti terjatuh dari ketinggian dan remuk, seremuk-remuknya. Mirip seperti setoples biskuit yang terjatuh dari balkon. Bukan hanya toplesnya saja yang hancur berkeping-keping tetapi juga biskuitnya.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Jari telunjuknya menunjuk ke arahku lantas menghitung. Sekar, "One, two, three, one, two, three, drink. One, two, three, one, two, three, drink. One, two, three, one, two, three, drink. Throw em back, till I lose count ..." Oh no! Don't you dare, Sekar! Bagian refrain selanjutnya ini bakal membunuhmu. Stop right now, plea ... Sekar, "Iii...'m gonna swiii...ng from the chandeliii...er, from the chandeliii...er ..."
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Mengejar Impian

Mengejar Impian

Krek,,, krek,, srrt,, srrt (suara menyobek kertas) "Aah,,, (sambil dilempar kertas) tidak ada gunanya,,,! Hiks,,, hiks,,, mulai menangis, dan melepaskan semua belenggu yang ada di dalam fikirannya. (Duduk di atas ranjang nya) " Aah,,,, (memegang kepalanya lalu meremas wajahnya dengan penuh kekecewaan
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai menye menye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status