Menggoda Sang Paman
Rambutnya disanggul anggun dengan beberapa helai ikal lembut yang sengaja dibiarkan tergerai, membingkai wajahnya yang kini terlihat dewasa dan memesona.
High heels yang dikenakannya membuat langkahnya semakin mantap, feminin, namun tetap sederhana. Tatapan matanya lembut tapi mantap, bibirnya yang dipulas lipstik nude melengkung dalam senyum tipis ketika melihat Govan berdiri menunggunya.
Govan menelan ludah. Untuk sesaat, ia lupa caranya bernapas.
"Ya Tuhan..." bisiknya dalam hati. "Sejak kapan dia secantik ini?"