Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CINTA BERGANTI

CINTA BERGANTI

protesnya kemudian. “Tapi, bapak yakin kamu bisa perbaiki, tapi ini juga bisa fatal.” Lanjutnya sambil melingkari kesalahan pengetikan kata “sampai” yang ku ketik dengan kata “samapai” . “oh iya pak, typo..hehehe” kata ku berusaha tenang dan berusaha santai.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai merenggang
Baca
+Pustaka
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

Sepertinya tangga itu pada waktu dulu adalah sebuah jalan yang sering digunakan oleh beberapa orang untuk mencapai atas dan bawah tebing. Satu per satu takah anak tangga itu ia lewati. Tujuh, Delapan, Sembilan, akhirnya ia pun berhasil menginjakkan kaki di dasar tebing dengan selamat. Tanpa mau menunggu lebih lama, Meri segera berlari dengan tongkat kayunya itu menyusuri rerumputan yang hanya seukuran lutut. Berlari dan terus berlari. Semakin jauh.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai merenggang
Baca
+Pustaka
Your Dark Horse
Baca
+Pustaka
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

Ia berharap, semoga perasaan ini hanya karena perkataan mertuanya. Wuri melangkah masuk ke dalam rumah lunglai. *** Awan memarkirkan mobilnya ke depan sebuah mini market, setelah memalingkan wajahnya ke kanan, lalu ke kiri, menengok ke belakang dan ke depan, Awan melambaikan tangan ke arah seorang wanita dengan hoodie berwarna coklat, yang berlari mendekati mobil Awan, dan masuk ke dalam mobil.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai merenggang
Baca
+Pustaka
Daniel Si Pengembara

Daniel Si Pengembara

"apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini? apa ini?." ------- sebuah gunung ------- Frie sepertinya tertidur lelap jadi aku terus berjalan sambil menggendong nya karena naga darat tadi tak berhasil kujinakkan "h
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai merenggang
Baca
+Pustaka
Mendadak Kembar

Mendadak Kembar

"Iya Ma, sebentar." Wanita itu lalu mendorong kursi roda yang dinaikinya ke arah panggilan Ibunya, dia begitu tergesa-gesa mendekat hingga rok yang dikenakannya tersingkap, memperlihatkan sebuah kaki yang telah terpotong hingga setengahnya. *** Melati dan Bram masuk ke dalam kamar, wajah Melati terlihat begitu lelah setelah satu hari ini menjalani berbagai proses acara pernikahan.
104.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai merenggang
Baca
+Pustaka
PERGI UNTUK KEMBALI

PERGI UNTUK KEMBALI

“Aku rindu bernyanyi untuk kamu.” “Tidak.” Amara menggeleng. “Pasti nanti kamu akan memanggilku untuk ikut bernyanyi bersama di atas pentas. Kamu tahu aku tidak pintar menyanyi.” “Satu lagu saja, sebut judulnya.* Aku maaih berusaha merayu. “Tidak.” “Ayolah!” desakku. Amara kemudian tersenyum menatapku malu-malu. “Pergi Untuk Kembali.”
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai merenggang
Baca
+Pustaka
Mengejar Restu Tuhanmu

Mengejar Restu Tuhanmu

Tanya Rin "Serahkan pada saya tuan muda, saya akan menyediakannya, atau tuan muda ada rekomendasi tempat, saya akan memberikannya untuk anda" Rin tersenyum mendengar pernyataan itu "saya ingin tempat yang itu" ucap Rin menunjuk ke tempat yang pertama dia temui "Baik, saya akan menyiapkannya untuk anda" ucap sang petugas Flashback Off... "Em......saat aku mencari tempat, aku menemukan tempat ini kosong, baru di tinggal....jadi,...aku meminta petugas untuk menjaganya untuk kita" jelas Rin sedikit canggung
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai merenggang
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Dingin, berat, dan setiap kali disentuh, ia merasakan gelombang energi asing mengalir dalam dirinya, bersamaan dengan kilatan memori yang semakin jelas: bukan hanya aula gelap, tetapi juga wajah wajah tanpa ekspresi yang membungkuk, dan bisikan dalam bahasa yang tidak ia pahami, namun entah bagaimana ia tahu artinya. Saat Arya sedang memindahkan beberapa kotak berisi suku cadang impor, sebuah bayangan besar menjulang di belakangnya. “Hei, Menantu Sampah! Kerja itu pakai tenaga, bukan pakai melamun!” Itu adalah Reno, kepala mandor gudang. Pria bertubuh gempal dengan kumis tebal dan wajah berminyak itu adalah kaki tangan Kinanti dan Laras di tempat ini. Ia sangat menikmati kekuasannya untuk me
10723 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai merenggang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status