Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

‘Cinta adalah bunga yang tumbuh tanpa bantuan musim’. Selina menggumamkan sebuah syair cinta dari penyair Lebanon, Kahlil Gibran. Dia memejamkan matanya dan mengasah intuisi yang menganak sungai di pikirannya. Pikirannya yang kalut justru menjadi sebuah jembatan untuknya mengelola emosi dan mengekspresikannya melalui sebuah tulisan, prosa. Lalu dia meraih sebuah buku kecil dan pena. Jemarinya menari-nari di atas lembaran kosong untuk membuat sebuah sajak-sajak indah.
1014.2K viewsCompletedAdded to Library 540 Times as mertua gibran
Read
+Library
Mertuaku Selalu Pilih Kasih

Mertuaku Selalu Pilih Kasih

ujarku. "Perempuan gak punya sopan santun kamu ya. Diajak ngomong malah pergi gitu aja," teriak mertuaku lalu dia menarik tanganku. "Tolong lepasin, Bu! Jangan mempermalukan diri Ibu sendiri," ucapku penuh penekanan memberikan kode bahwa banyak yang melihatnya saat ini. "Baiklah, pergi kamu dari sini sekarang juga. Meskipun sekarang kau dandani dirimu sedemikian rupa tetap tak merubah dirimu yang rendah," bisiknya padaku dengan penuh penekanan.
1022.0K viewsCompletedAdded to Library 813 Times as mertua gibran
Read
+Library
MERTUAKU RACUN RUMAH TANGGAKU

MERTUAKU RACUN RUMAH TANGGAKU

Tidak bisakah mertuaku berbahagia mendengar kabar kehamilanku, yang adalah calon cucunya juga? *Cubadak : nangka
102.1K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as mertua gibran
Read
+Library
My Boyfriend

My Boyfriend

Gibran kembali memainkan piano dengan sangat lincah kali ini, Gibran akan menyanyikan lagu : Judul : Takkan pernah terindah By : The paspour Penggalan : Tak kan pernah terindah Tak kan pernah terabaikan Kou hancurkan, diriku Kini pun kou tlah pergi Meninggalkan diriku Untuk selama-lamanya Dst.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as mertua gibran
Read
+Library
Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Suaranya terdengar menggelegar di telinga Arumi. "Maaf, Bu. Arumi sedang tidak enak badan." Arumi yang tengah terbaring di atas sofa memaksakan tubuhnya untuk bangun menyambut sang ibu mertua. Tangannya terulur hendak mencium takzim pada sang ibu mertua.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as mertua gibran
Read
+Library
Mertua yang Harus Mengalah

Mertua yang Harus Mengalah

Tangannya yang sejak tadi menggenggam ujung jilbab perlahan mengendur. Matanya turun menatap lantai semen yang mulai kusam. Ada jeda panjang. Jeda yang penuh dengan segala rasa yang tak sanggup langsung diberi nama. Takut. Sedih. Kecewa. Dan sesuatu yang lebih pahit dari semuanya—rasa gagal sebagai seorang ibu. Bu Ratna menggeleng pelan. “Belum, Des…” Suaranya begitu kecil, hampir tenggelam oleh dengung kipas angin tua di sudut ruangan.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as mertua gibran
Read
+Library
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Pov Jibran Namaku Ayatullah Jibran Siddiq. Sudah lebih sepuluh tahun aku menimba ilmu di negeri orang, dan hari ini aku diberi kesempatan untuk kembali menginjakkan kaki di bumiku tercinta. Alasannya kerjaan, tapi sebenarnya bukan itu. Ada satu hal yang sangat menjadi pertimbanganku kembali ke Aceh. Karena dia, gadis yang selalu tersebut namanya di sepertiga malam.
8.1K viewsOngoingAdded to Library 315 Times as mertua gibran
Read
+Library
Takdir Yang Tertukar Istri Kedua

Takdir Yang Tertukar Istri Kedua

Alya merasakan dunianya runtuh perlahan ketika mendengar nama itu disebut dengan getaran emosi yang begitu nyata dari bibir suaminya yang selama ini kaku. Larasati bukan sekadar teman seperjuangan melainkan cinta pertama yang pernah mengisi relung hati Gibran jauh sebelum mereka dipertemukan oleh takdir di rumah kayu tepi pantai. Ratu muda itu mundur satu langkah hingga punggungnya menyentuh pilar batu yang dingin, mencoba mencari pegangan di tengah badai informasi yang menghantam nuraninya.
989 viewsOngoingAdded to Library 37 Times as mertua gibran
Read
+Library
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN 2 “Tunggu, Neng!” Suara pedagang daster itu membuatku terpaksa menoleh lagi. “Kenapa?” tanyaku seraya memasang wajah malas. “Ini kembaliannya, Neng.” “Ambil saja, buat beli obat penyumpal mulut, biar nggak asal bicara dan nyakitin hati orang,” kataku membuat dia dan semua wanita di sana terdiam.
9.48.9K viewsOngoingAdded to Library 277 Times as mertua gibran
Read
+Library
Istriku Teman Anakku

Istriku Teman Anakku

pancing Gibran. ***** BERSAMBUNG
1024.4K viewsCompletedAdded to Library 658 Times as mertua gibran
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status