Masakan Mertua
Aku berdiri di depan pintu rumah mantan mertuaku, tanganku mengepal erat. Napasku memburu, mencerminkan kemarahan yang selama ini kupendam. Aku sudah tak bisa lagi menahan diri. Mbak Rita, mantan ipar yang dulu sudah pernah menyakitiku nyatanya sampai saat ini masih menyimpan dendam kepadaku.
Tanpa basa-basi, aku mendekat kearahnya dan menatap matanya tajam. Suaraku taja saat berkata, “Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan, Mbak? Kamu pikir aku bodoh?”