Hot Brother
Sentuhan jemari di pipinya membuat Kalila menoleh, tidak sadar gadis itu ternyata tengah melamun, di sebelahnya sang papa memberitahu bahwa mereka sudah sampai di rumah sakit tempat kakaknya dirawat.
Kalila keluar dari mobil, mendongakkan kepala menatap gedung tinggi di hadapannya, di tempat ini juga dirinya akan menjalani proses menghapus kenangan yang seperti mereka katakan, sebuah alat canggih yang sudah cukup lama terbukti keajaibannya.
Takut? Tentu saja, dia khawatir akan kehilangan jati dirinya, hidup menjadi orang asing dengan jiwanya yang terperangkap oleh sebuah alat.