Samaran Terakhir
Suara dengungan mekanis yang menggema, seolah detak jantung dari sesuatu yang selama ini tertidur.
Alen menunjuk ke arah bukit yang tampak meleleh seperti tinta cair. Di bawahnya, terdapat pintu bundar yang terbuka perlahan, mengeluarkan kabut biru muda dan cahaya dari sirkuit-sirkuit purba. Di dalamnya, berdiri sebuah mesin raksasa, berbentuk seperti gulungan naskah yang tak berujung, terus mencetak lembaran-lembaran kosong.
“Mesin Penentu Akhir…” bisik Alen, suara yang nyaris tak percaya. “Legenda tentang ini cuma mitos. Katanya mesin ini bisa mengakhiri cerita apa pun bahkan cerita yang belum ditulis.”