Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Neng Zulfa

Neng Zulfa

"Hah, 2000, Mbak? Kok banyak? Bukannya naskahku biasanya naik cetaknya 1000 eksemplar?" "Em." Cecilia mengangguk. "Tapi khusus naskah ini, Jingga mau nyetak 2000 ekslempar, Pelita. Aku pribadi yakin naskah ini bakal laku keras di pasaran dan akan segera naik cetak lagi. Cetakan kedua, ketiga, dan seterusnya."
106.6K viewsOngoingAdded to Library 219 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
Di Bawah Selimut Tetangga

Di Bawah Selimut Tetangga

Di dalam galeri yang beraroma kertas mahal dan lilin aromaterapi itu, Aruna dan Sagara duduk berhadapan dengan seorang konsultan desain yang sudah menyiapkan puluhan sampel kertas di atas meja marmer. Sagara, dengan insting bisnisnya yang tajam, langsung menunjuk sebuah sampel undangan yang sangat sederhana. Kertas hitam tebal dengan tekstur doff, dihiasi tulisan emboss berwarna perunggu (bronze) yang sangat maskulin dan bersih. Tidak ada pita, tidak ada bunga, hanya tipografi yang sangat tegas.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

Tulisan tangan di kertas itu menggunakan tinta cair berwarna hitam pekat, ditulis dengan gaya tegak bersambung yang luar biasa indah dan presisi. "Ketenangan adalah teman terbaik bagi seorang penulis, namun alat yang tepat akan membuat kata-katamu mengalir tanpa hambatan. Jangan biarkan pikiranmu terganggu oleh suara-suara sumbang di sekitarmu, Kaca Bening. Menulislah untukku. - Kopi." Darah di tubuh Ruby seolah tersedot habis hingga ke ujung kaki. Lututnya seketika lemas hingga ia harus berpegangan pada pinggiran meja.
1013.7K viewsOngoingAdded to Library 547 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
Rumah Kedua Suamiku

Rumah Kedua Suamiku

dikejutkan dengan Bingo! Aku berteriak kegirangan manakala lidah ini berhasil mengeja kata bertuliskan sertifikat di bagian depan yang dicetak dengan huruf kapital dan tebal. Walau tanpa harus menggali tanah lebih dulu, aku justru menemukan harta karun di sini.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

"Bryan, uji kekuatannya di atas kertas." Bryan mengangguk, dan mengambil kertas—mulai menulis di atas perkamen. "Sangat mulus, Your Grace. Tidak mudah patah meski ditekan, dan tintanya… maksud saya, jejak abunya hitam dan cukup jelas." Cal kemudian mengeluarkan batang kedua dari kotaknya dan menyerahkannya pada Bryan. "Coba yang ini," ujar Cal. "Ini jenis kedua. Hasil goresannya jauh lebih hitam dan tebal, tapi karena teksturnya lebih lunak, ujungnya akan lebih cepat tumpul dan habis."
1020.6K viewsCompletedAdded to Library 637 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
Terpaksa Menikah karena Wasiat

Terpaksa Menikah karena Wasiat

Kertas tebal dicetak menggunakan printer. Tahap akhir sertifikat atas keikutsertaan mahasiswa dalam proses ketik Eric dan Monica. Mereka sangat sibuk semalaman berakhir pakai kacamata radiasi dan minum kopi. Sementara Diaz merapikan per lembar kertas awal berbentuk undangan lalu dimasukkan ke kardus supaya mudah dibawa lantaran pekerja sesungguhnya, alias Mila, sudah tepar di kamar padahal beralasan pergi ke toilet pada mereka.
1017.2K viewsCompletedAdded to Library 378 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
Silsilah Naga Emas

Silsilah Naga Emas

"Cepat, ambil tinta dari lemari. Aku akan jaga." Tanganku gemetar saat membuka laci dan menemukan tinta hitam pekat. Kutata kap-pun di atas kertas yang kubawa dari gulungan. Teknik membuat cetakan cap bukan ilmu rahasia—cukup tekan, dan ulang sampai persis. Namun malam ini, setiap detil terasa berat; satu kesalahan bisa menghentikan semuanya. "Bagaimana kalau mereka mengganti cap?" tanyaku, setengah ragu.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Sama kayak nulis. Banyak yang bikin esai budaya sekarang, tapi isinya masih ikut-ikut orang tua.” Intan kembali menyikut, lebih keras dari tadi. Sari menoleh dan melempar tatapan memperingatkan. “Aku cuma nanya,” bisik Intan. “Kalian udah berapa lama kayak gini?” Sari berdeham kecil lalu menyerahkan hasil cetak kepada Bumi. “Ini, Kang... sudah dua rangkap. Kertasnya kupakai yang agak tebal, supaya kesannya lebih resmi.”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 343 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
VAMPIRES UNITED

VAMPIRES UNITED

Berkebalikan dengan kegemarannya akan dunia tulis menulis dan buku, ia membenci segala sesuatu yang berada di ruang cetak remang-remang yang berlangit-langit tinggi dan luas itu—baunya; suasananya; benda-benda seperti drum tinta, gulungan kertas yang berdiri angkuh memenuhi sudut, kertas-kertas sortiran sobek yang terbuang; mesin bising bergetar yang menjalar seperti ular rakasasa. Rastri melewati beberapa mekanik dan teknisi yang berdiri seolah nanar mengagumi mesin raksasa yang tengah bergerak dengan mulus itu. Di ujung mesin yang berada dekat pintu keluar yang dijaga oleh beberapa satpam yang berwajah lesu, Rastri melihat lembaran kertas yang lebar dan belum terpotong keluar. Di bagian la
107.5K viewsOngoingAdded to Library 293 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
Candu Pelukan Tuan Muda Posesif

Candu Pelukan Tuan Muda Posesif

Sebuah buku besar, tebal, berlapis kulit coklat tua di pamerkan di depan panggung. Di sampulnya tertulis, “General Ledger – Royal Accounting Series, Abad ke-18 (Replika Orisinal)” Ruangan langsung hening. Tidak ada yang tertarik. MC tersenyum canggung.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as tulisan cetak tebal
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status