Ada satu momen dalam hidup yang bikin aku tersadar tentang konsep ini. Dulu, aku selalu berusaha memenuhi ekspektasi orang lain—orang tua, teman, bahkan masyarakat. Sampai akhirnya, aku ngeh bahwa kebahagiaan palsu itu nggak worth it. Hidup buat diri sendiri berarti memilih jalan yang bikin kita bangun pagi dengan semangat, bukan karena paksaan. Misalnya, waktu aku memutuskan ganti karir ke bidang kreatif meski keluarga kurang setuju, itu pertama kalinya aku merasa 'hidup' beneran. Bukan egois, tapi tentang bertanggung jawab atas pilihan sendiri.
Sekarang, prinsip ini juga aku terapin dalam hal kecil kayak nonton anime atau baca buku. Dulu sering ikut-ikutan tren biar dianggap 'gaul', sekarang lebih milih 'Attack on Titan' yang emang aku suka alih-alih 'Demon Slayer' cuma karena viral. Rasanya lebih autentik, dan ternyata orang justru lebih respect sama kita ketika kita jujur sama diri sendiri.