Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ikhlas

Ikhlas

Bertemu, bertanya, mengobrol dan berakhir pulang bareng Dijamin tidak akan kehujanan, yaiyalah anak kecil dua tahun aja paham kalo naik mobil gak akan kehujanan. Aku kira dia naik motor makanya dia gak pulang karena nunggu hujan reda taunya dia naik mobil Hello Awan harusnya kamu sadar sejak awal orang sehebat Muhammad Alif Arkana seorang manager muda disalah satu hotel ternama di jakarta mana mungkin menggunakan motor di pertemuan tadi
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
Istriku Pemalas

Istriku Pemalas

ucap Santi pada Mimi. Mimi hanya bisa mengangguk pasrah menyetujui ucapan Santi. Berusaha untuk dia tetap melanjutkan apa yang sudah menjadi pekerjaannya adalah hal yang harus dilakukan olehnya kini. Selepas acara meet and greet di mall terbesar itu, Mimi memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Dia pulang bersama dengan Santi dan juga beberapa kru yang lain. Sepanjang perjalanan dia diam dan memikirkan kata-kata Alvin mengenai masalah Arfi yang membingungkan. Jika permasalahannya pada trauma masa lalu tentu itu akan beda penanganan dan juga cara mengatasinya. Mimi memang harus fokus pada pekerjaannya agar tidak bisa terganggu dengan masalah yang rumit ini.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Lalu apa yang salah? Tadi di pameran, saat bertemu, Mimi sedikit kikuk dan gugup. Allan tak mengira jika Mimi akan datang di acara itu. Tentu Mimi sangat terkejut, karena yang dia kira Allan masih mengurung diri lagi.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

“Beda sih. Tapi, yaaa… tetep satu acara.” Reza cengar-cengir. “Iya, flight-nya beda frekuensi aja.” Rika melirik Aurel lagi dengan tatapan kesal karena gadis itu tidak berhenti becanda yang menurutnya tidak lucu. Aurelie senyum puas. “Oke. See you di Bali, guys.” Mira, Reza kompak melambaikan tangan. “See you, Rel!” Padahal mereka masih berpikir kalau akan bertemu melalui zoom dan pertanyaan-pertanyaan absurd Aurelie tadi hanya kelakar semata.
1040.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
Amsterdam Fever or Favor?

Amsterdam Fever or Favor?

Mart melongokkan kepalanya keluar. “Yes?” "Gue minta maaf atas argumen kita kemaren-kemaren." "Argumen yang mana?" Mart balik bertanya. "Apakah itu tentang kenapa aku belum sempat menemuimu? Kamu sendiri, kan yang berkali-kali mengansel meeting yang aku set setiap kali?" "Ah, sudahlah... Kita tidak ingin ribut lagi di sini, bukan? Thank's for bringing this back,” Audrey menarik ujung bibir bawah sambil menepuk-nepuk diary-nya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
Seandainya Bertemu Lebih Awal

Seandainya Bertemu Lebih Awal

“Halo, aku perkenalkan diriku dulu. Aku calon suamimu, Johnson Limardi.” Aku menjadi tergagap. Kali ini, aku baru menyadari Sisca dan Icha telah keluar. Dasar kedua ibu yang tidak bisa diandalkan! Johnson dengan lembut mengikatkan setangkai mawar putih dari renda di tangan kananku tepat menutupi lukaku.
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
STATUS WA SUAMIKU

STATUS WA SUAMIKU

Ara yang daritadi hanya menyimak percakapan mereka, langsung tertegun saat Umi Hamidah berbicara padanya. "Terima kasih, Umi. Em Ara sekarang baik-baik saja, Ara juga bekerja di sebuah perusahaan yang lumayan ternama milik keluarga sahabat Ara." Ara menjawab dengan sopan sambil tersenyum menatap Hamidah. "Ma Syaa Allah, jangan terlalu lelah bekerja, Nak. Nanti kamu sakit," ujar Hamidah memberikan pehatian dengan tulus.
1055.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
Status WA Suamiku yang Disembunyikan

Status WA Suamiku yang Disembunyikan

tanya Mas Reno dengan wajah serius. "Ya. Dan pagi itu dia mau menunjukkan sesuatu padaku, tapi Wanda kecelakaan," jelasku. "Siapa orang yang berkepentingan kalau bukan kamu atau gund*kmu?" Mas Reno terdiam. Namun, tampak ia sedang berpikir keras. Terlihat dari matanya yang melihat ke arah kiri. Diikuti rahangnya yang mengeras. "Dek, ...."
10112.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
Chat WA Mantan Istri Suamiku

Chat WA Mantan Istri Suamiku

Selain menghabiskan waktu, chat WA itu membuat darahku mendidih! Tujuh puluh dua chat WA yang belum dibaca, rupanya Mbak Hani ikut menyepam di WA. Apa yang dia tulis hingga sebanyak itu? Rasa penasaranku mengalahkan semuanya, perlahan tanganku mulai men-scroll pesan-pesan itu, pesan berisi makian dan juga sumpah serapah. Dia bahkan juga merekam beberapa voice note.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
Baku Hantam Dengan Mertua

Baku Hantam Dengan Mertua

Karena mbak Mira tertawa kencang hingga semua orang menatap kami berdua. "Iya, Yen. Maaf. Abisnya kamu lucu kayak Cak Lontong." ujarnya entah memuji atau malah meledek. Masa iya, aku disamakan dengan Cak Lontong. Bisa rusak citraku sebagai wanita yang kalem dan elegan. "Nomor antrian 32 silakan masuk poli kandungan!" suara dari speaker menyebut nomor yang tengah dipegang mbak Mira.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai mim bertemu wau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status