Tante, mau kan jadi Mamaku?
Emosiku semakin memuncak, karena semakin kesal oleh keadaan.
Namun, baru saja aku ingin menyentak orang itu. Aku pun langsung mengurungkan niat dan menahan diri sekuat mungkin, karena ternyata, yang menabrakku itu adalah orang gila dan sukses membuatku jiper seketika.
Mampus! Ngapa aku harus ketemu orang gila ini, sih?
“Cantik ... cantik ... boneka jatuh ... nangis ... huhuhu ....” racaunya nggak jelas. Aku mundur pelan-pelan, dan berniat sembunyi di balik tubuh Pak Dika yang tegap.