Melati di Kubangan
"Tentu saja. Mimpi berduaan sambil memadu kasih. Agak cemburu sih aku. Tetapi aku bisa memakluminya. Sepasang kekasih yang sudah lama menjalin hubungan, tentunya memiliki banyak kenangan indah yang bisa saja terbawa dalam mimpi. Aku hanya berharap kelak setelah kita berpisah, kau pun akan sesekali mengenangku dan hadir pula dalam mimpimu. Setidaknya kenangan kita seperti saat ini."
Kalimat terakhir wanita itu dibisikkan dengan nakal, dibarengi dengan jemarinya yang dirayapkan ke bawah, menyentuh sesuatu yang masih terkulai lemas di bawah sana.
Namun hanya sebentar, begitu kena usik, benda itu segera menggeliat bangun dan mendongak dengan garang!
"Mbak..." Kening Restu agak mengernyit.
"Mh, A
الفصول الرائجة