Gadis Lugu Milik CEO Duda
Helaan napas panjang keluar dari bibir mungil Seika, kedua matanya menatap nanar langit-langit kamarnya dengab nanar karena teringat dengan mimpi yang dia alami semalam.
Tadi malam dia bermimpi pergi ke suatu tempat yang sangat indah bersama ayah, ibu, dan abang yang paling dia sayang. Tempat tersebut mirip sekali dengan taman bermain. Di sana ada bianglala, komedi putar, istana boneka, dan permen kapas. Memori masa kecil Seika yang begitu menyenangkan seolah-olah kembali terulang. Biasanya ayah, ibu, dan Satria hanya mengizinkannya makan satu permen kapas. Akan tetapi mereka kali ini memperbolehkannya makan sampai puas.
Bab Populer