Pesugihan Genderuwo
Riak-riak air memantulkan cahaya bulan, seolah mengolok kegundahannya.
"Mimpi-mimpi itu—" Bagas bergumam lagi, kali ini suaranya lebih pelan, hampir seperti bisikan. "Terlihat jelas kalau Mbah itu jahat! Tapi kenapa ... kenapa aku seperti melihat diriku sendiri dalam mimpi itu?"
Dia mengepalkan tangannya, lalu menghantamkan batu kecil yang dia pegang ke bebatuan besar di bawahnya. Suara denting kecil terdengar, tetapi tak mampu mengurangi beban di dadanya.