Selubung Memori
Ibu memejamkan mata, berkedip berulang kali, terisak sedemikian rupa.
“Hm-mm. Ibu bisa.”
Raut Ibu tersiksa. Dalam diri Ibu ada dirinya yang terjebak dalam rasa sepi yang tidak pernah diselamatkan. Ibu menangis, dan itu membuatku terbebani.
“Ibu jangan menangis,” pintaku, mengusap pipi Ibu. “Kalau Ibu menangis,” dadaku mendadak merasakan gelenyar kuat. Suaraku berat. Mataku mulai basah. “Kalau Ibu menangis, aku juga jadi ingin menangis. Sesak sekali.”
Hot Chapters