Luka Seorang Istri
ERIA YURIKAluka di hati istrikuluka hati seorang istrilirik istri setiakata-kata istri
Aku harus segera membereskan ini.
“Mbak, tolong antar baju ini ke laundry ya.”
“Kenapa enggak dicuci di rumah saja, Pak?”
“Tolong, ya.”
“Iya Pak, saya antar ke laundry sekarang,” katanya terlihat gugup.
Kepalaku rasanya sudah tak karuan. Entah karena pengaruh obat atau memang tubuhku yang lelah, sepertinya aku tertidur terlalu lama. Kalau saja Dilra tak membangunkanku mungkin akan lebih lama lagi. Begitu membuka mata kudapati wajah Dilra yang sembab.