Effervescent
“Aku bukan orang yang pantas untukmu. Mimpiku kembali lagi, angel. Setiap malam, setiap aku memejamkan mata, aku memimpikan dirinya. Memimpikan dia menghantam ibuku dengan kursi. Menancapkan pisau pada punggungnya. Tawa mengerikannya. Aku memimpikan semuanya selama beberapa bulan terakhir.
“Kemudian saat aku bangun, aku membayangkan untuk membunuhnya dengan banyak cara kejam yang aku tahu. Kadang-kadang jika aku beruntung didalam mimpiku aku mampu membunuhnya. Kemudian ibuku kembali hidup. Kami mengubur mayatnya, atau menghanyutkannya. Kadang-kadang aku hanya meninggalkan mayatnya. Kami bahagia.
“Tapi aku hanya bermimpi, angel. Saat aku terbangun semuanya terasa menyakitkan. Aku meminum anti
Hot Chapters