Embun Cinta
Sungguh sial nasib mereka tadi malam.
“Dia berambut panjang, tapi rambutnya berwarna putih semua. Entah itu karena ia sudah tua atau memang bawaan lahir aku tidak mengerti, rambut panjangnya itu lurus tidak bergelombang. Matanya besar, dia jarang sekali tersenyum, bahkan ketika permata kali aku melihatnya aku mengira bahwa dia adalah sebagian dari golongan perampok.” Danu berhenti sejenak dan tertawa sendiri. Permata mengamatinya dengan senyuman, membayangkan manusia yang tengah dibicarakan oleh Danu.