Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan
jawab Kenric.
“Rumah kita? Jangan bercanda,” ujar Emily lalu berusaha menegakkan kepala untuk melihat keadaan di sekelilingnya. Keningnya berkerut karena kamar yang ditempati, tidak asing baginya.
Emily mencoba mengingat kamar tersebut dan sekelebat bayangan akan mimpinya menghampiri pikirannya. Ranjang itu, dinding kayu itu, bahkan dirinya masih ingat, di dalam mimpi dia berdiri di depan ranjang yang dia tempati saat ini dan melihat dirinya sedang bercinta dengan seorang pria.