MERTUA IDAMAN
Aku memeriksa laci yang ada di hadapanku kemudian mengambil satu bungkus gula.
“Eh, tunggu!” Ibu mendadak mendekatiku dan melihat toples gula yang kosong.
“Kenapa, Bu?”
“Toples gula ini kosong dari semalam. Terus kamu buat kopi untuk Yusuf tadi gimana, Mir?”
“Memangnya kalau buat kopi harus ditambah gula, ya? Bukannya udah ada rasa manisnya, Bu?”
“Astaga, menantuku!”