Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

Ia pun terpaksa menunggu di sana, pikirannya terus dibayangi pandangan dari ruangan luas yang baru saja ia kunjungi. "Apakah kita benar-benar harus menghadapi monster tersebut?" gumam paman Peter, suaranya serak dan penuh kekhawatiran. "Pertanyaan bodoh memang, tapi monster itu… monster itu adalah bencana yang bergerak." Tiba-tiba, bayangan bergerak, perlahan membentuk sosok paman Barrett dan Maya yang muncul keluar dari kegelapan. Mereka menyapa paman Peter yang masih termenung dengan raut wajah kusut.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai monster bayangan
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Keris Naga Perak

Legenda Pendekar Keris Naga Perak

Mata mereka kosong, tanpa ekspresi, tetapi Mada bisa merasakan bahwa mereka sedang mengawasinya. Tantangan pertama telah dimulai. 1. Ujian Keberanian – Bayangan Tak Bernama Salah satu bayangan maju ke depan. Suaranya terdengar bergema, seakan berasal dari dimensi yang berbeda. “Apa yang kau cari, anak manusia?” Mada menggertakkan giginya. “Aku mencari temanku. Dia hilang di tempat ini.” Bayangan itu bergerak mendekat. Mada bisa merasakan hawa dingin merayap ke kulitnya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai monster bayangan
Baca
+Pustaka
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

[Arena Pertandingan di penuhi bayangan Monster besar] (Suara teriakan Monster) [Pintu Masuk] [Pintu Timur] Seorang pria berjalan melewati bayangan Monster . Komentator berteriak “Barto !!!!!!!! Sang petarung terkuat Kravmaga !!!!!! “ [Disisi Lain] [Arena di penuhi cahaya Putih dan bayangan Malaikat] [Pintu Masuk] [Pintu Barat] Seorang Pria dengan Rambut Panjang pirang berjalan melewati Bayangan Malaikat .
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai monster bayangan
Baca
+Pustaka
Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Kali ini kecepatannya bertambah berkali-kali lipat, seperti sekelebat bayangan hitam di bawah cahaya lampu senter yang dipegang oleh Bimo. ​Baby Monster itu melompat di atas kepala Bimo dan bersiap menyerang Angel. ​Wussss! “Ahkkk!! Tidakkk!!” teriak Angel seraya memejamkan matanya erat-erat. Bimo berbalik ke belakang dan melompat ke depan, melempar tubuhnya demi menjadikan dirinya tameng untuk melindungi Angel dan Baskoro. ​Sreeeett!!
9.8573.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.4K kali sebagai monster bayangan
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
malapalas
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
My Handsome Partner

My Handsome Partner

kata Bayu Senja merasa Monster Saltic meskipun bergerak lambat, namun gerakannya tak jelas akan ke arah mana. Tubuh besarnya sesekali hanya terlihat seperti bayangan gelap diantara pepohonan hutan. Senja tak bisa melihat jelas keberadanya. Berbeda dengan Bayu yang mampu melihat ke arah yan lebih jauh, Senja memiliki pandangan yang terbatas. "Ayo, Sen. Lemparkan energimu ke kanan, kalau ia sudah membungkus mangsanya ia akan melompat setelah ini. Kita akan kesulitan, Cepat!" kata Bayu
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai monster bayangan
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Ledakan cahaya menyebar ke seluruh hutan. Makhluk bayangan raksasa itu runtuh. Hilang. Lenyap menjadi kegelapan yang menguap. Sunyi jatuh. Embun menatap dengan mata membelalak. “Kita… kita menang?” Bima mengangkat tangannya. “YA! KITA—” Namun ia berhenti. Karena Zareth masih berdiri. Senyumnya kembali muncul. “Bagus sekali.”
857 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai monster bayangan
Baca
+Pustaka
Istri Bayangan

Istri Bayangan

Padahal juga diriku kan tidak bisa mengaplikasikan make up yang dibelikan dulu buat mahar. “Siap Pak Bos!” kataku. Setelah berpamitan dengan ambu dan menjanjikan anak-anak es krim yang mahal kami mendapatkan restu untuk pergi ke luar. Natha mengemudikan mobil dengan hati-hati dan memperhatikan jalanan dengan lebih teliti. Apa dia trauma karena kejadian malam itu. Mungkin sih! Mungkin! Kami akhirnya sampai di sebuah restaurant yang bisa dibilang ala-ala sunda. Dengan gerbang yang terbuat dari bambu dan pintu kayu berukiran bunga.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai monster bayangan
Baca
+Pustaka
Bayang-Bayang Yang Terlambat

Bayang-Bayang Yang Terlambat

Kenapa dirinya harus minta maaf? Tiba-tiba, sosok bayangan hitam menerobos ke arah Tasya dan Mega. Orang itu membuka botol di tangannya dan menyiramkan isinya ke wajah mereka, sambil memaki marah, “Jenazah Pak Ruben bahkan belum membusuk, kalian sudah bersenang-senang! Biar kuhancurkan wajah kalian demi membalas dendamnya!” Isi botol itu adalah asam sulfat!
9.455.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai monster bayangan
Baca
+Pustaka
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Dia bersiap untuk perang. Sementara itu, di jalanan gelap di luar kota Mumbai, Sunil Khan menahan napas. Tubuhnya Sudah di penuhi luka lebam, darah mengalir dari sudut bibirnya. Di hadapannya berdiri raksasa hitam legam setinggi hampir dua meter–Dorna de. Mata monster itu memerah dalam gelap, tubuhnya besar dengan otot menggembung, langkahnya berat namun cepat.
10907 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai monster bayangan
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai monster bayangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status