Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Soul System

Soul System

Kai melihat kesempatan, ia dengan tegas kembali meluncurkan satu Tinju Pembunuh Dewa yang langsung menghancurkan Matahari Merah setelah ledakan keras terdengar. Matahari Merah kembali ke dalam bentuk Crystal Berwarna merah sebelum jatuh ke tangan seorang pria dengan dua tandukan naga di kepalanya. Pria dengan tanduk naga itu bergumam. "Dia terlalu kuat... Haruskah kita meminta lebih banyak bantuan?"
9.4145.6K viewsOngoingAdded to Library 5.7K Times as monster mata merah
Read
+Library
Legenda Penjinak Monster

Legenda Penjinak Monster

Atribut monster [ nama: Simon ] [tingkat: biru tua] [ ras: klan darah ] [ atribut: darah ] “Level: 15+ (elite)” [Keahlian awal 1: Kolam Merah Darah level 2 (Simon telah menyerap esensi bulan dengan baik. Di malam hari, ia dapat mengubah tubuhnya menjadi kolam darah dengan diameter 4 meter. Ia akan mendapatkan efek percepatan sementara dan tidak dapat dipilih. Ia juga akan menyebabkan pengurangan kecepatan dan 150 poin kerusakan pada musuh dalam jangkauan kolam darah. Ini hanya dapat digunakan sekali sehari.)]
1.9K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as monster mata merah
Read
+Library
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Ledakan mengerikan ini menghancurkan Sangkar Laut Darah hingga berkeping-keping, dan bahkan Monster Bermata Darah pun terluka parah dalam ledakan itu, tubuhnya hangus hitam. "Dasar binatang buas, berani-beraninya kau melukaiku! Kau menantang maut!" Monster bermata merah itu meraung marah setelah terluka oleh Harimau Pemangsa dan burung biru kecil. Dua pancaran cahaya merah darah melesat keluar dari mata merah darahnya yang menyeramkan dan jahat, melesat menuju burung biru kecil itu.
1041.6K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as monster mata merah
Show Reviews (10)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Nickie
izin promosi: judul: kehidupan kedua pangeran author: nickie yang suka cerita regresi, misteri, menyelamatkan keluarga dan bumbu romance bisa dicoba baca di sini... saya tunggu sarannya ya untuk perbaikan ke depan
Read All Reviews
DEMON HUNTING

DEMON HUNTING

Monster itu menghilang dengan berganti wujud sebagai manusia berambut panjang, wajah rupawan seperti dewa, kulit putih susu, dan jubah panjang berwarna hitam. Kelereng hitam milik iblis itu menatap tajam mata cokelat menenangkan milik Jeri, iblis itu sedang mengamati Jeri dengan intens. Yang ada di hadapannya adalah manusia berambut cokelat susu yang disanggul, wajahnya ayu seperti dewi-dewi, kulitnya sawo matang yang membuat kesan manis, dan masih banyak hal menarik lainnya yang belum iblis itu tamati karena tiba-tiba manusia itu bertanya dengan nada takut.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as monster mata merah
Read
+Library
Gadis Tanpa Mata Batin

Gadis Tanpa Mata Batin

Di depannya, sebuah mangkuk besar berisi air yang bercampur dengan sesuatu berwarna merah kehitaman diletakkan. Ia menutup matanya, menarik napas dalam-dalam, lalu mulai melantunkan mantra dengan suara pelan namun mantap. "Ya roh yang agung, yang memberi kami kekuatan dan kejayaan. Aku memanggilmu malam ini, dengan persembahan darah dan niat yang tulus." Bu Diah mengambil sebuah jarum kecil dari sampingnya, menusukkannya ke jari telunjuknya hingga darah segar mengalir. Ia meneteskan darah itu ke dalam mangkuk besar di depannya.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as monster mata merah
Read
+Library
Mate Terlarang Sang Alpha

Mate Terlarang Sang Alpha

Di depannya, seekor serigala raksasa dengan bulu hitam sekelam malam berdiri di atas jasad wanita pemilik peternakan yang malang. ​Darah merah segar mengalir dari moncong makhluk itu dan menetes perlahan ke atas lantai beton yang retak. Namun, yang paling mengerikan bagi Silas bukanlah genangan darah itu, melainkan sepasang mata merah menyala tanpa pupil yang sekarang menatapnya. Itu adalah mata serigala buas. ​"Alpha ...." suara Silas nyaris hilang dan tertelan oleh gemuruh napas berat sang monster. "Morrigan, sadarlah! Ini aku, Silas!"
101.1K viewsOngoingAdded to Library 22 Times as monster mata merah
Read
+Library
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

tambah Ayu, kali ini wajah Sari mulai pias. Makanya, malam itu saat Ayu hendak tidur dan mendapati kotak merah beludru yang berubah tempat, dia santai saja. Toh, isinya hanya perak, bukan emas. Dia juga yakin, yang mencurinya pasti Sari. Siapa lagi? "Kejadian play station yang Mbak hampir ambil tempo hari, cukup menjadikan aku pelajaran kalau ada wanita ular di sini."
105.0K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as monster mata merah
Read
+Library
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

titah suara itu kembali, mengejutkan Rehan untuk yang kesekian kali. Laki-laki itu menoleh pelan-pelan. "Astaga!" seru Rehan seraya mundur menjauh begitu melihat wujud dua sosok yang tadi menyeretnya. 'Makhluk apa itu, Tuhan?' "Aarrrgghhh!" Salah satu dari dua sosok tadi menggeram menakutkan. Berwujud seperti manusia, dengan sekujur tubuh penuh ditumbuhi bulu-bulu hitam lebat. Kedua tangan dan kaki mereka tampak normal, akan tetapi di bagian muka makhluk itulah yang sangat menyeramkan. Sepasang matanya merah menyala, bermoncong mirip seekor anjing, lengkap disertai dua taring runcing begitu menyeringai.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as monster mata merah
Read
+Library
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Saat sang Monster mental di udara, Dimas melesat lagi, mencekik lehernya di tengah penerbangan, dan membenamkan tubuh monster itu ke dalam dinding beton hingga retak sedalam satu meter. Di bawah temaram api pasar, lapisan arang di kepala Dimas retak separuh. Kepingan hitam itu luruh, menampilkan wajah asli Dimas yang bersih. Tak ada amarah di sana. Hanya ada pandangan yang sangat teduh, mata yang tenang. Menatap dalam-dalam ke arah sang Monster yang kini gemetar hebat dalam cengkeramannya. "Kau menang, manusia," suara sang Monster kini hanya berupa desis uap yang lemah. "Sekarang apa?"
1.1K viewsCompletedAdded to Library 33 Times as monster mata merah
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

Sementara itu, Pak Kromo yang juga tidak melihat apa-apa, ikut ke halaman rumah menuju ayah Lydia. “Ada apa pak? Kenapa anak saya ketakutan seperti itu??” tanya ayah Lydia. “Kata anakmu, di atas bapak itu ada bayangan makhluk bermata merah .....” jawab Pak Kromo. Keduanya kompak mendongak ke atas. Tidak terlihat apa-apa di atas mereka. Hanya batang, ranting, dan daun mangga yang tertiup angin kecil. Namun, keanehan segara terasa. Ayah Lydia dan Pak Kromo merasakan angin yang berhembus terasa hangat dan semakin kencang.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as monster mata merah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status