Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MATE

MATE

Sedangkan pria berambut pirang itu hanya berdiri angkuh sambil menyeringai seolah sedang menikmati drama yang menyenangkan. “Pergilah Luna.” Rasa lega sekaligus terkejut kurasakan saat melihat pergeraka kecil beserta bisikan lirih Maro. Maro membuka matanya tanpa berpindah dari posisinya saat ini. Melalui ekspresi bocah itu, aku bisa melihat rasa sakit yang amat sangat mendera tubuh bocah mungil itu. Aku tau rasa sakit yang dirasakan mereka pasti lebih menyakitkan mengingat mereka masih murni manusia seutuhnya karena darah serigala dalam tubuh mereka belum bangkit sebelum mereka mencapai masa pubertas mereka.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 234 Times as monyet marah
Read
+Library
Mabuk Janda

Mabuk Janda

“Lagian Gua masih gak habis pikir sama Raka, bisa-bisanya cewek temen sendiri diembat. Belum pernah apa dia ditelanjangin terus digantung di monas.” Aku tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan Gede. Bisa-bisanya dia ngebanyol ketika lagi serius seperti ini. “Bukannya Lo satu spesies sama dia?” “Gak lah, seburuk-buruknya gua enggak akan ngembat punya temen, Men. Meskipun, gua buaya, tapi masih kategori baik.” Tawaku semakin kencang. Tidak salah membawa si kunyuk satu ini. Sakit perut aku dibuatnya.
9.9208.7K viewsCompletedAdded to Library 8.3K Times as monyet marah
Read
+Library
Primadonaku

Primadonaku

Topi lebar pakai kacamata hitam serta masker, tak lupa berjaket serta bercelana komprang alias besar watna hitam. Sebelum Beni mrmbuka mulut Umar memarahi Basir. "Heh bocah la bingit li bedua enni ngantar kambingnya!" Umar langsung marah."Huaaak bau pesing jorok amat sih, masa kamu nganter kambing sebau ini, ya sudah ayo cepat kalau tidak aku gagal beli kambing ini kembalikan tanda jadi yang sudah kuberikan!!" Umar membentak. Umar pura pura mual mau muntah.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as monyet marah
Read
+Library
MAAF

MAAF

Cahyo terkekeh, “Mataku gak buta, Yun. Buat tahu itu bertiga apa berdua.” “Ratih masih di dalam, Mas. Sama cowoknya, dia---“ Cahyo semakin terbahak agar omong kosong Yuni tidak membuatnya semakin marah. Yuni pun yang merasa terpojok memilih untuk diam, dia tidak ingin Cahyo semakin marah jika dia menentangnya. “Gimana, Sayang? Seru acaranya?” mama Cahyo selalu memeluk Yuni saat menantunya itu baru pulang dari mana saja.
103.4K viewsOn holdAdded to Library 98 Times as monyet marah
Read
+Library
Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Lihat saja wajahnya yang persis seperti monyet bahkan juga memiliki gigi tajam khas monyet! "Groooaaaa!!!" suara raungan yang tidak kalah menyeramkan seperti milik hewan karnivora lainnya, membuat sejenak kami ragu untuk melangkah maju. Namun Reynard dengan berani maju dan menantang mereka semua, ada sekitar 20 ekor monster glowy Mushroom." Cetekk... kali ini api eternal flame di perbesar skalanya menjadi lebih besar, sekarang tampaknya api itu sudah sebesar obor. lalu di sambut dengan tawa para monster (sepertinya.)
102.5K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as monyet marah
Read
+Library
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Binatang itu dihantam oleh pedang besar, melesat di udara hingga menghantam batu gunung, dan menciptakan kawah raksasa saat menghantamnya. Binatang itu adalah seekor monyet putih raksasa, tingginya mencapai 12 meter, otot-ototnya yang besar tampak bergelombang di bawah lapisan rambut yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali dada berototnya. Ia dengan cepat melompat keluar dari kawah dan menyerang orang yang telah melemparkannya. Dia adalah pria tampan dengan fitur wajah tajam, rambut hitam, dan mata hitam tajam, dikelilingi oleh selaput putih tipis dan transparan.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as monyet marah
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

sahut Vanya. “Apa kau bilang!!! Mau nyari mati ya!!!” teriak Mawar yang sudah naik pitam. Disaat Mawar marah sesaat dia sadar jika tidak ada Anita, dia menahan amarahnya dan berkata, “Dimana Anita?? Siapa yang mengizinkannya masuk?” Haishhh!!! Cepat sekali dia sadarnya!! Mbak Anita cepatlah!! Batin Vanya, dia kuatir rencananya terbongkar dan itu tidak ada di catatan.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 280 Times as monyet marah
Read
+Library
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Fang tersenyum semringah. Salah satu monyet yang memiliki ukuran paling besar dan berwarna keemasan berteriak keras dengan bahasa yang hanya dimengerti oleh mereka, namun setelah itu monyet-monyet lainnya langsung bergerak cepat ke arah Fang dan Xiao Laohu. "Hei, lawan kalian adalah aku," teriak Fang sambil menarik salah satu monyet yang ingin menyerang Xiao Laohu lalu melemparkannya.
8.9680.8K viewsCompletedAdded to Library 17.7K Times as monyet marah
Show Reviews (152)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y thor KSATRIA PENGEMBARA. Seorang pendekar dari Jawa Dwipa yang mengembara keseluruh penjuru dunia untuk menempa kekuatan dalam pertarungan dengan para pendekar hebat dari semua penjuru negara. Pastinya kisah ini akan sangat menarik untuk diikuti. Jangan lupa mampir y. T'Kasih
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Pemalas Penantang Dewi

Pemalas Penantang Dewi

Ken bisa melihat adanya emosi yang membara dalam diri yang sangat tergambar pada ekspresi wajahnya, mereka sudah terlihat seperti gunug berapi yang siap meletus kapanpun. “Braaaggkk! Apa-apaan monster monyet itu, dia bisa menggunakan segala teknik dan bisa menyerang dan bertahan secara bersamaan menggunakan kaki dan tangannya, pergerakannya juga sangat lincah dan sulit ditebak,” jelas Yuna yang meluapkan emosinya. “Tuan, bagaimana monster monyet itu bisa sekuat itu? padahal dia ada di tingkat merah cerah, tetapi serangan dan pergerakannya sangat tidak masuk akal,” tanya Yuna.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as monyet marah
Read
+Library
MARCO-POLO

MARCO-POLO

tanya Polo saat merebut kertas gulungan berwarna putih yang terlihat kumal dalam genggamannya. "Panas. Tubuh mereka panas saat serum itu mengalir dalam tubuh mereka. Mirip seperti saat kita sedang marah. Jiwa dan pikiran kita seperti lepas kontrol. Kita mengamuk, otot-otot kita menegang, bahkan bisa menghancurkan sebuah barang saat kita meluapkan emosi. Bisa dibilang, para 'Monster' ini adalah sekumpulan orang-orang yang marah dan tak bisa mengendalikan amarahnya," jawab Irina mantab. "Ya, dia benar, Polo. Air dalam kantong mayat ini panas. Bisa digunakan untuk berendam," sahut salah seorang anggota dalam tim yang mencelupkan tangannya dalam kantong mayat tersebut.
1014.8K viewsOngoingAdded to Library 563 Times as monyet marah
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status