Mata Elang
Purnomo melihat Mawar yang cemberut, dia tidak ingin melihat wajah masamnya.
“Mawar, ayo makanlah!! Apa mau aku ambilkan?” tanya Purnomo lembut.
“Echh!! Tidak Mas, aku bisa sendiri,” jawab Mawar tersenyum.
Ehhh!! Kok bisa begitu ya?? Lembut sekali jawabnya!! Beda waktu aku coba ajak makan, batin Vanya.
Mawar mengambil piring yang masih ditumpuk, lalu mengambil 2 centong nasi, 2 paha ayam bumbu pedas dan tumis baby corn. Dia belum tahu jika masakan Anita sangat enak sekali.
Bab Populer