BUKIT TENGKORAK
Ia melemparkan satu buah dan Bulan sigap menangkapnya.
“You are clever, Princess Bulan, I believe you learn fast.”
“Thank you, Mr.”
“You can’t go with dress like that.” Smith menatap Bulan dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Biasa saja, Mr. Kami sering menggunakan kain panjang saat melawan Belanda dan Jepang. Dulu nenek moyang kami melawan Inggris dan Portugis juga sama.”
“Silence. Ikuti aturanku. Kau, berikan seragam yang pas untuknya. Bagaimana mau berlari dan bertarung dengan mengguanakan dress panjang sampai mata kaki,” gerutu Smith pada anak buahnya.