MADU YANG KUPILIH
ucapku menenangkan mama.
"Terbuat dari apa hatimu, nak! padahal luka ysng kami torehkan begitu dalam untukmu, tapi kamu masih tetap memikirkan kebahagiaan orang-orang yang telah menorehkan luka itu." ujar maya tertunduk.
"yang lalu biarlah berlalu ma, Aruna ikhlas." aku tersenyum tipis dihadapan mama, memberi pertanda jika aku baik-baik saja, meskipun didalam hati ini rasanya seperti ditikam belati.
Hot Chapters