Jadul Tapi Mantul
Mah, duli, Mamah," tiba-tiba Cantik memanggilku sambil menunjukkan lehernya.
Anakku ini pasti sudah kena duri ikan, aku pun berusaha untuk membuatnya muntah. Akan tetapi seorang sipir truk malah bilang gak usah dimuntahkan, suruh telan nasi putih saja.
"Itu duri kecil, bisa kok dicerna usus, anakku sering kek gitu," kata supir tersebut.
"Udah, usahakan saja dimuntahkan, kita tidak tahu duri seperti apa yang dia telan," kata yang lain lagi.
Sementara Cantik terlihat makin kesakitan, dia terus menunjuk kerongkongannya. Bang Parlin bertindak. Jarinya dia masukkan ke mulut Cantik, sampai akhirnya Cantik muntah, benar saja duri itu ikut dimuntahkan. Aku sangat lega, tadinya sudah sempat panik.
Hot Chapters