ISTRI SIRI TENTARA ALIM
Ekspresinya tegang, matanya sedikit menyipit seperti mengenali sesuatu di depan mereka.
"Kenapa, Mas?" Lani bertanya dengan nada penasaran.
Alzam menghela napas panjang, melirik sekilas ke arah markas besar militer yang mereka lewati. Bangunan itu kokoh dengan bendera berkibar di halamannya. "Di sini aku sama Rey dan Dandi dulu bertugas," jawabnya singkat.
Lani menoleh, menatap markas itu dengan kagum. "Oh ya? Banyak kenangan dong, Mas?"