Kukembalikan Suamiku Pada Mantan Istrinya
"Sebenarnya dari kemarin aku ingin mengatakan hal ini, tapi kamu terlalu antusias, aku tak ingin merusak kebahagiaanmu. Selain itu, banyak masalah lain yang membelitku, pekerjaan, Arini hingga ibu. Kumohon mengertilah. Kita sudah bersama lagi, masa harus berpisah untuk kedua kalinya? Lalu bagaimana dengan perasaan Aqilla bila ayah dan bundanya seperti mempermainkan pernikahan?"
Aku mendengus kesal, masih tak terima dengan kondisinya.
"Aku janji, El, akan mencari pekerjaan lagi yang lebih layak, aku kan punya tanggung jawab buat menafkahi kalian. Aku gak akan lupa buat dengan kewajibanku sebagai seorang ayah dan juga suami. Percayalah mungkin ini ujian pernikahan kita. Kamu yang sabar dulu ya