Nikah, tapi Gengsi!
“Bukan aku yang lupa, tapi kamu kayaknya yang nggak paham sama omongan aku kemarin, Ta. Kan, aku lagi tanya oleh-oleh, itu artinya-“
“Astaga, itu kamu kasih kode kalau mau balik? Ya ampun, Sam ... maafin aku!”
Cantik, menarik, rambutnya panjang nan halus, penampilannya oke punya, kulitnya putih bercahaya dan pintar berbisnis. Sita itu sempurna di mata Sam sampai detik ini.
“Nggak apa, kamu pasti banyak pikiran. Oh ya, aku mau kasih oleh-oleh, kapan kita bisa ketemu?” tanya Sam tidak sabar.
“Emm, bisa besok, Sam. Aku bakal handle kerjaan cepet biar bisa ketemuan sama kamu, di tempat biasa ya, Sam, gimana?”
Hot Chapters