Serenade Cinta Dibawah Bintang
Tapi di antara semuanya, ada satu rasa paling kuat: syukur.
Ia keluar dari perpustakaan dan langsung menelepon Adrian.
“Aku lolos,” katanya sambil menahan napas.
Di ujung telepon, suara Adrian terdengar tenang, tapi hangat. “Aku tahu kamu bisa. Kapan kamu berangkat?”
“Awal Maret. Tiga bulan penuh.”
“Kalau gitu, kita punya waktu dua bulan buat bikin karya sebanyak mungkin,” ujar Adrian, semangat. “Biar pas kamu balik, dunia udah siap denger semuanya.”