AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN
Namun, raut mukanya meredup saat membuka kotak bekal.
"Ini lagi, Bu?" tanyanya lirih.
Aku tersenyum. Lalu membungkuk, menyejajari tinggi tubuhnya.
"Ini tuh makanan Nabi Nuh dan beberapa orang yang berada di kapalnya dulu, saat dilanda musibah. Masak Nia ngga pengen cobain makanan Nabi?" ujarku mencoba merayu.
Ia terdiam sejenak. "Ohh ... makanan Nabi. Kalo gitu Nia harus suka. Nia paksa makan deh." Ia tersenyum, mengangguk-anggukkan kepala dengan lugu.