Putus Setelah Enam Tahun Berpacaran
Dia menatapku, tatapannya tampak penuh keputusasaan, “Bagaimana bisa kamu meninggalkanku dan menikah dengan orang lain? Kamu itu milikku! Hanya boleh jadi milikku!”
Aku menatapnya dengan dingin, tidak ada gejolak sedikitpun di hatiku.
Theodore secara reflek berdiri di depanku, ingin melindungiku.
Aku menepuk bahunya pelan, memberi isyarat bahwa aku bisa mengatasinya sendiri.
“Soren,” panggilku dengan dingin.
“Kita sudah putus, kamu lupa?”
Soren terdiam sejenak, seolah tidak percaya aku mengatakan itu.