I Saed Lupyu
Menurutku, kafe ini masih bisa dijangkau oleh anak-anak sekolah yang memiliki budget kecil untuk jajan.
Saat aku sampai, deretan kursi minimalis modern terpampang rapi menyambutku. Warna hitam mendominasi bangunan tersebut. Dari mulai meja, kusen pintu, sampai cat di dalam ruangan, semua warna hitam, hanya kursi dan kaca saja yang warnanya berbeda. Aku menunggu Sae datang sambil mencoba mencari sedikit ide untuk bahan naskah pidatoku nanti, sesekali mengamati keadaan sekitar. Tak berselang lama setelahnya, Sae datang dengan seragam sekolah yang masih lengkap.
“Halo, Adis,” katanya sambil melambai di atas motornya. Aku mengangguk dan membalas lambaian tangannya pelan.
Capítulos Populares