VENDETTA
Mereka semua menahan napas, menanti dengan campur aduk jawaban apa yang akan keluar dari bibir ibu muda itu.
Nadia menarik napas dalam-dalam. Dengan ketenangan yang dipaksakan, dia menatap eyang Nayaka, lalu melemparkan senyum tipis yang sarat akan ketegasan.
"Aku enggak tahu eyang, jodohku yang mana. Nanti Allah yang menunjukkan," balas Nadia lugas, suaranya terdengar jernih tanpa ada keraguan.
Namun, Nadia tidak berhenti di situ. Tatapannya beralih sekilas, menyapu orang-orang di sekitarnya sebelum melanjutkan dengan kalimat yang begitu jujur dan menohok.
Hot Chapters