PETAKA REUNI
Apa perasaan untuk Danar begitu jelas tergambar, sehingga aku tidak perlu berkoar-koar agar orang lain mendengar?
“Aku ... jelas aku baik.”
“Cara kamu meluk dia, cara dia natap kamu ... aku hampir nggak pernah lihat laki-laki secinta itu sama perempuan, Rin.”
Aku menelan ludah dengan susah payah. Mungkin, apa yang dikatakan Arsyl benar. Entah obsesi atau cinta, tetapi aku merasa, bahwa rasa yang dimiliki Danar untukku memang masih begitu besar. Entah bagaimana aku mengartikannya, memang ada sesuatu di antara kami yang tak bisa diartikan dengan kata-kata. Seperti ada ikatan tak kasat mata, yang menghubungkan kami dengan hal-hal romantis di masa lalu.