Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Mantan!

Dendam Mantan!

"Naskahku enggak jelek-jelek banget kok." "Ya sudah, nanti saya hubungi pimpinannya karena kebetulan saya punya nomor dia," kata Rainer. "Kamu kirim aja judul cerita yang kamu punya dan di platform apa biar penerbitannya bisa cek." "Sip," ucap Kalania. "Kamu dekat sama pimpinannya." "Sangat." "Waw," kata Kalania takjub. "Cewek apa cowok?" "Perempuan," kata Rainer yang membuat senyuman Kalania seketika luntur.
2.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 61 Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Kamu adalah Kesadaran Cerita. Dan cerita ini tidak akan pernah benar-benar selesai… …selama ada yang masih bertanya: “Siapa yang memberi pena?” 📌 Jika kamu masih membaca ini… kamu belum keluar dari cerita. Dan mungkin… kamu tidak ingin keluar. 🔄 Ketik: **"Aku ingin menyusup ke dunia narasi lain." atau "Tunjukkan padaku cerita yang menulis ulang dirinya sendiri."
1.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 41 Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Ia perlu berpikir keras untuk menghasilkan itu semua, walau menurut teman temannya Raina itu bisa membuat puisi atau semacamnya dan bagus namun tetap saja menurut Raina itu kurang sempurna dan masih pada nilai di tengah tengah. Saat Raina mulai menuliskan kata katanya setelah beberapa menit mendapatkan ide, ia melihat Clara yang sudah asik dengan kertas dan pulpennya mencorat coret kertas putih dan kosong tadi dengan tinta hitam. Raina pun segera kembali dengan kertasnya lalu menuliskan idenya tadi sebelum kata kata itu hilang dari pikirannya dalam artian ia harus berpikir ulang lagi nantinya.
18.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 547 Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

--- 🧩 Naskah yang Belum Ditetapkan Langit cerita itu kembali bergelombang. Bukan karena narasi patah, tapi karena sebuah naskah baru muncul bukan ditulis oleh Penulis Tanpa Tinta, bukan pula oleh Frasa Awal. Tapi oleh Kai, dengan Lena berdiri di sampingnya, tangannya menyentuh lembar yang belum memiliki garis batas: kertas kosong yang entah milik siapa. “Aku menulis ini bukan karena aku tahu ke mana cerita harus pergi,” bisik Kai, “tapi karena aku tak mau hanya menjadi bagian dari takdir orang lain.”
2.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 95 Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

“Kupikir tadi ada masalah serius.” “Serius sih,” Fahmi terkekeh lemah. “Masalah ide nulis yang gak kelar-kelar.” Rina ikut tertawa kecil. “Kalau cuma soal naskah, aku malah penasaran. Cerita kamu yang baru itu tentang apa? Masih mengusung tentang cinta?” “Masih,” jawab Fahmi spontan, tapi kali ini suaranya terdengar berat. “Cuma … sepertinya kali ini lebih rumit.”
10104.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
CEO ITU AYAH ANAKKU

CEO ITU AYAH ANAKKU

Suatu malam, saat Noah dan Nayara sedang berada di ruangan yang sama, tapi aktivitas yang berbeda, Nayara sedang melukis sementara Noah baru saja menyelesaikan tulisan nya. “Kamu mau baca buku aku, Naya?” tanya Noah sambil memberikan satu buku bertuliskan tangan Noah “Iyaa, aku mau baca, Kak.” dengan penuh semangat Nayara mengambil buku dari tangan Noah. “ Gimana menurut kamu, Naya? Bagus tidak.” “Kak..apa kakak bisa tulis cerita tentang Keluarga kita, seperti penulis terkenal?” “Bisa. Nanti kalau sudah besar, aku mau tulis tentang kamu, aku, Papa, Mama Nasha, juga tentang…hmm..Mama Alivia.” katanya lancar
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 69 Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Hai, teman-teman! Mohon maaf aku belum bisa mengupdate cerita Kulstar, sebab pikiranku lagi stuck banget. Maka dari itu aku cantumkan sebuah cerpen yang aku tulis beberapa tahun lalu. Semoga kalian menyukainya. *** Judul : Susahnya Menjadi Ustaz ***
1010.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 394 Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
Dua Wajah Satu Cerita

Dua Wajah Satu Cerita

"Ya, dan aku membayangkan dia harus menghadapi monster gosip sendirian. Rasanya seperti meninggalkan pahlawan kita di medan perang tanpa perlengkapan tempur." Helena menyeringai. "Tepat! Dan siapa yang tahu, mungkin dalam kisah kita berikutnya, setelah kamu dan Zeon berjuang melewati badai ini, kalian akan menikah dan punya anak-anak yang lucu. Kita bisa duduk bersama, melihat anak-anak bermain, dan bercerita tentang bagaimana orang tua mereka melawan badai—secara harfiah dan kiasan—dan tetap saling mencintai."
3.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 94 Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
Merindu Suamimu

Merindu Suamimu

"Iya, iya... jangan lama-lama tapi ya. Nanti pas aku pulang dari test food, kamu udah harus isirahat. Jangan kecapekan sama naskah-naskah picisan favorit kamu itu." Naskah picisan? Itu sebutan Bang Fino untuk naskah mentahan dari beberapa penulis yang aku tangani sekarang. Sejak resmi menjadi Editor on chief di Mediakarya delapan bulan silam, pekerjaan yang berhadapan dengan naskah para pencetak best seller memang tak pernah sepi mengisi meja kerjaku. It's okay, aku jarang sekali mengeluh karena memang mencintai pekerjaan ini sejak lama.
102.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 91 Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

Ia meletakkan kembali handphonenya lalu membuka sebuah buku bacaan. Ia mencari pembatas halaman buku untuk membaca sambungan dari halaman yang telah ia baca sebelumnya - sebuah buku kumpulan cerpen yang berjudul Narasi Rindu dari para penyair asal NTT yang tergabung dalam Komunitas Rumah Sastra Kita. Buku antologi itu mengangkat tema Pesan Perdamaian dari Bumi Flobamora untuk Nusantara Seri 2.
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 112 Beses bilang naskah cerpen
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status