Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

“Karena isi dakwahku sekarang hanya suara dari kaset lama… yang sudah dicampur dengan sinyal dari dimensi lain.” “Bro, ini lebih ribet dari sinetron Indosiar,” gumam Ucup. — Untuk menenangkan sosok itu, Raka punya ide: “Gimana kalau lo bikin podcast aja?” “Apa itu… podcast?” tanya sang arwah. Desi cepat menyambung, “Itu kayak ceramah, tapi bisa lo rekam, edit, dan orang-orang bisa denger kapan aja tanpa lo ganggu mereka secara langsung.”
887 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as naskah podcast
Read
+Library
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

📞"Heheh, jangan dibaca, aku malu." 📞"Aku nggak baca semua kok, cuma yang terakhir doang kebaca buntutnya. Aku lagi pindahin file punya mas Bisma nih. Ada podcast buat kamu, Mbak. Kamu udah pernah denger atau belum? Kalau udah, nggak jadi tak kirim." 📞"Podcast? Belum denger, Nur. Coba kamu kirim ke aku ya."
104.9K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as naskah podcast
Read
+Library
Secret Love Narra & Nalla

Secret Love Narra & Nalla

"La ... gimana kalau kita undang papa sama mama di podcast kita." "Untuk apa? " "Ih, kisah cinta papa mama kan bagus banget." "Terserah kamu, aku mau tidur."Nalla menutup tubuhnya dengan selimut hingga kepalanya. Narra mendengus lalu mengambil ponselnya dan berselfie sebelum tidur. "Post dulu di I* ah." Narra tersenyum sambil mengetik caption di foto yang akan ia post di sosial media miliknya.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 175 Times as naskah podcast
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Satu email bahkan datang dari media internasional, menanyakan izin penerjemahan. Tapi Dinda tak langsung menjawab semuanya. Ia hanya menyetujui satu undangan — dari sebuah podcast kecil yang dulu pernah mengulas karya tulis Arsen. Podcast itu tak punya banyak pendengar, tapi Dinda tahu: mereka bukan sekadar mencari sensasi. Di hari rekaman, Dinda datang sendiri. Mengenakan blus biru muda dan celana hitam, rambut dikuncir simpel. Ia duduk di depan mikrofon, menatap host di seberangnya.
88.3K viewsOngoingAdded to Library 274 Times as naskah podcast
Read
+Library
Rahasia Nara

Rahasia Nara

sahutku panik dengan tangan refleks melepaskan sebelah lagi headset yang masih tertancap di lubang kiri telinga. “Oooh… Nara mau ikut perlombaan menulis lirik lagu untuk album baru mereka.” sahut Kak Apsa yang duduk di kursi depan meja kasir. Setelah diperlihatkan selembar pamflet yang kudapat dari gedung Supernova tadi pagi. Lelaki bertubuh kurus tinggi itu membaca semua tulisan selebaran dengan penuh khidmat.
965 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as naskah podcast
Read
+Library
Janda Cantik Milik CEO Arogan

Janda Cantik Milik CEO Arogan

Matanya melirik ponsel yang masih memperlihatkan tumbnail yang sama. Setelah menghela napas panjang, ia pun mengambil lagi ponselnya. Kemudian, ia menekan tombol play. Tampak cuplikan-cuplikan pertanyaan host podcast yang dianggap menarik, serta jawaban-jawaban Nadine yang dianggap lucu sebelum opening acara podcast dimainkan. “Halo, halo, halo, kembali lagi dengan aku, Gais. Bintang tamu kita kali ini bukan cewek sembarangan. Kaya, cantik, lulusan pondok ....”
7.9K viewsOngoingAdded to Library 314 Times as naskah podcast
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

gumamnya, "sudah tak menunggu penulis. Ia mulai menulis dirinya sendiri." Kai dan Lena mengelilinginya, menjaga jarak, seolah takut suara di halaman itu bisa menembus daging dan menggores kesadaran mereka. Kapten Arya datang membawa satu gulungan naskah kuno—tak bertinta, tapi masih utuh. Ia meletakkannya di atas lantai berlapis ayat-ayat yang belum selesai. "Kita hanya tahu tiga pilar dunia: Narasi, Frasa Awal, dan Pembaca. Tapi naskah ini bicara tentang pilar keempat..."
2.4K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as naskah podcast
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

“Aku rasa, kita nggak perlu bangun ulang rumah-rumah itu. Mereka sudah ada, sudah hidup. Yang kita perlu bangun sekarang adalah ruang bicara mereka.” Raydan duduk di sampingnya. “Kamu punya bentuknya?” Nara membuka slide pertama presentasinya. Bukan angka. Bukan target. Hanya tiga kalimat: Ruang dokumentasi suara warga. 2. Podcast pendek tentang sejarah proyek dan dampaknya. 3. Program literasi untuk anak-anak penghuni—agar mereka tahu, rumah mereka dibangun dari niat yang bersih.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as naskah podcast
Read
+Library
MADried Couple (Indonesia)

MADried Couple (Indonesia)

sungut Kara sebal. “Penting banget gitu filenya?” “Iya lah, naskah gue untuk 10 episode ke depan ada di situ, ditambah naskah-naskah gue yang lainnya yang masih baru. Naskah gue bahkan mau dibeli sama situs media streaming buat dijadiin serial. Tapi sekarang semuanya hilang gitu aja!” racau Kara sambil meremas rambutnya kencang.
5.7K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as naskah podcast
Read
+Library
Dibuang Setelah Numpang Tenar

Dibuang Setelah Numpang Tenar

"Iya! Itu baru yang kelihatan, loh. Masih banyak yang belum hubungi kita. Gila banget sih, Kak! Aku nggak nyangka efeknya bakal sebesar ini." Aku hanya tersenyum lagi, kali ini lebih tulus. Memang benar, podcast yang diadakan dua hari lalu bersama Diana Sumira benar-benar meledak. Jumlah penontonnya meningkat drastis hanya dalam waktu beberapa jam setelah tayang. Diana memang seorang pembawa acara yang cerdas, mampu membuat suasana menjadi nyaman dan kondusif untuk bercerita. Dia tahu bagaimana menyusun pertanyaan tanpa membuat narasumber merasa terpojok, tapi tetap mampu menarik sisi-sisi menarik dari kisah yang diceritakan.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as naskah podcast
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status