Menuju Matahari
“Dan di sini, namaku sudah bukan Caraka lagi, melainkan Tandapati, Pemimpin Besar Gedung Neraka, abdi paling setia dari Cahaya Agung kami yang perkasa!”
Kuduk Rinjani meremang. Itu seperti suara iblis. Serak, berat, dan terasa ngilu di gendang telinga.
“Dan lihatlah betapa perkasanya kita!”
Rinjani menoleh. Napasnya sesak.